Loading...
(0434) 21576

Kotamobagu – SMA Kristen Kotamobagu mengawali kegiatan sekolah pada Jumat, 10 April 2026 dengan apel pagi yang dipimpin oleh Maurelya Kolang, bersama Injil Wowor sebagai pembina apel dan Aurel Thenu sebagai pembawa acara. Dalam arahannya, pembina apel mengingatkan kembali pentingnya doa dalam kehidupan sehari-hari. Doa bukan sekadar kebiasaan yang dilakukan berulang, tetapi menjadi sarana membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan. Karena itu, seluruh murid diajak untuk membiasakan diri berdoa sebelum memulai setiap aktivitas.

Kegiatan dilanjutkan dengan Ibadah Bersama yang dipimpin oleh Sir Mario Rumondor, S.Th, dengan pelayanan pujian oleh Desandro Paparang (pemain gitar) dan Dirgahayu Tatontos (penyanyi). Bacaan firman Tuhan diambil dari Kisah Para Rasul 13:30–34.

Dalam khotbah disampaikan bahwa kematian Yesus membawa keselamatan bagi seluruh manusia. Pengorbanan Yesus merupakan wujud kasih Allah yang tidak terbatas untuk menebus dosa manusia. Melalui pengorbanan itu, manusia memperoleh jalan keselamatan yang diberikan oleh Tuhan.

Selain itu, kebangkitan Yesus Kristus menjadi penggenapan janji Allah. Peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus bukan hanya sebuah peristiwa biasa, tetapi memiliki arti yang kekal bagi kehidupan orang percaya. Kebangkitan Kristus menegaskan bahwa karya keselamatan Allah nyata dan terus berlaku bagi umat-Nya.

Lebih lanjut diingatkan bahwa iman orang percaya bukanlah iman yang kosong. Iman yang dimiliki merupakan bagian dari karya Yesus Kristus sendiri dalam kehidupan manusia. Karena itu, setiap murid diajak untuk tetap hidup dalam keyakinan kepada Tuhan dan memahami bahwa dasar iman yang dimiliki bersumber dari karya keselamatan Kristus.

Dalam penyampaiannya, Ibu Delma M. E. Lontoh, S.Th., M.PdK. menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran tetap berjalan seperti biasa. Seluruh murid kelas 10, 11, dan 12 diingatkan untuk memperhatikan setiap tanggung jawab yang ada. Disampaikan juga bahwa pada tanggal 13–18 April murid kelas 10 dan 11 akan melaksanakan kegiatan pembelajaran dari rumah. Selain itu, seluruh murid diminta untuk menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah, termasuk menjalankan tugas piket dengan baik serta menjaga kebersihan toilet yang digunakan bersama.

Ibadah guru dan pegawai juga dilaksanakan dengan bacaan Alkitab dari Matius 5:16 sebagai panggilan untuk menjadi teladan hidup yang memancarkan kasih dan kebenaran Tuhan melalui integritas, kasih sayang, dan dedikasi dalam mengajar.



Kembali ke halaman sebelumnya