Loading...
(0434) 21576

Kotamobagu, 13 April 2026 – Hari pertama pelaksanaan ujian sekolah berbasis proyek bagi murid kelas XII di SMA Kristen Kotamobagu digelar pada Senin (13/4). Kegiatan ini dilaksanakan melalui presentasi hasil proyek di hadapan guru penguji dan penguji tamu, dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (17/4) mendatang.

Pada hari pertama pelaksanaan, sejumlah murid telah mengikuti presentasi secara bergiliran sesuai jadwal yang ditetapkan pihak sekolah. Dalam sesi tersebut, murid memaparkan hasil proyek yang telah mereka susun sebagai bagian dari penilaian akhir menjelang kelulusan.

Sebelum memasuki tahap presentasi, para murid terlebih dahulu mengikuti proses bimbingan bersama guru pembimbing yang telah ditetapkan sejak jauh hari sebelumnya. Melalui proses tersebut, murid dipersiapkan secara bertahap, mulai dari penyusunan laporan proyek hingga kesiapan materi presentasi di hadapan para penguji.

Pelaksanaan ujian tahun ini turut melibatkan penguji tamu yang memiliki kompetensi sesuai bidang kajian proyek murid. Kehadiran penguji tamu diharapkan dapat memperkaya wawasan serta memberikan masukan akademik yang konstruktif bagi murid.

Selain guru penguji dan penguji tamu, orang tua murid juga hadir menyaksikan langsung jalannya presentasi sesuai jadwal anak masing-masing. Kehadiran orang tua menjadi bentuk dukungan moral yang turut memberi semangat bagi murid selama mengikuti proses ujian.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan Kepala Sekolah Delma M. E. Lontoh yang menegaskan bahwa ujian sekolah berbasis proyek menjadi bagian penting dalam mempersiapkan murid menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

“Melalui ujian sekolah berbasis proyek ini, kami ingin melatih murid agar lebih siap menyusun laporan secara sistematis, berani menyampaikan gagasan di depan umum, serta mampu mempertanggungjawabkan hasil kerja mereka secara akademik,” ujarnya.

Sambutan juga disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ferdy Lolombulan yang menekankan pentingnya kesiapan murid dalam menguasai keterampilan akademik sekaligus kemampuan presentasi.

“Kami berharap melalui kegiatan ini murid semakin matang dalam menyusun laporan proyek dan memiliki kepercayaan diri saat mempresentasikan hasil kerja mereka. Ini menjadi bekal penting untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Melalui pelaksanaan ujian sekolah berbasis proyek ini, pihak sekolah berharap murid tidak hanya menunjukkan capaian akademik, tetapi juga berkembang dalam kemampuan berpikir kritis, komunikasi ilmiah, serta tanggung jawab terhadap proses pembelajaran yang telah dijalani selama di bangku SMA.



Kembali ke halaman sebelumnya