Kotamobagu – SMA Kristen Kotamobagu memulai pelaksanaan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Senin, 27 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam memastikan seluruh murid memahami alur, teknis, dan kondisi nyata sebelum menghadapi pelaksanaan TKA resmi. Gladi bersih berlangsung selama empat hari hingga Kamis, 30 Oktober 2025, dan melibatkan seluruh murid sesuai jadwal yang telah diatur oleh sekolah.
Gladi bersih ini dirancang dengan pembagian dua gelombang dan tiga sesi setiap hari. Pengaturan tersebut dilakukan untuk menciptakan kondisi ujian yang tertib serta memastikan setiap murid memiliki ruang yang nyaman saat mengikuti tes. Gelombang pertama dilaksanakan pada Senin dan Selasa, sedangkan gelombang kedua berlangsung pada Rabu dan Kamis.
Setiap hari, kegiatan terbagi dalam tiga sesi sesuai jadwal yang berlaku. Sesi pertama dimulai pukul 07.00 WITA dan berakhir pukul 09.30 WITA, disusul sesi berikutnya yang diatur secara berkelanjutan. Gladi bersih ini tidak hanya menguji kemampuan akademik melalui perangkat berbasis digital, tetapi juga memastikan kelancaran teknis seperti jaringan internet, perangkat komputer, sistem penilaian, hingga kesiapan ruang pengawasan.
Kepala SMA Kristen Kotamobagu, Ibu Delma M. E. Lontoh, S.Th, M.PdK, memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan murid atas kesiapan yang telah dilakukan. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya gladi bersih sebagai bentuk persiapan matang. Menurutnya, tujuan kegiatan ini bukan hanya mengejar hasil, melainkan juga menumbuhkan kesiapan mental agar murid tetap percaya diri dan tenang saat hari pelaksanaan resmi tiba. Sekolah telah mempersiapkan fasilitas dan sistem pendukung dengan maksimal, sehingga diharapkan gladi bersih dapat berjalan lancar hingga hari terakhir dan membawa manfaat besar bagi seluruh murid.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Bapak Ferdy Lolombulan, S.Pd, menyampaikan bahwa gladi bersih ini menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memastikan segala kebutuhan teknis berjalan sesuai yang direncanakan. Ia menjelaskan bahwa kesiapan perangkat, koordinasi panitia, serta kenyamanan murid dalam mengikuti ujian menjadi perhatian utama. Harapannya, seluruh prosedur yang diterapkan selama gladi bersih dapat membantu murid lebih memahami mekanisme pelaksanaan TKA dan menjadikan mereka lebih siap saat menghadapi ujian sebenarnya.
Selama pelaksanaan gladi bersih, para guru dan panitia aktif melakukan pendampingan, mulai dari pengecekan data, penempatan tempat duduk, hingga pengawasan selama pengerjaan soal. Jika ditemukan hambatan, baik teknis maupun nonteknis, penanganan segera dilakukan agar pelaksanaan tetap sesuai waktu yang telah ditentukan.
Sekolah berharap gladi bersih ini menjadi pemantapan akhir sebelum murid menghadapi TKA sesungguhnya. Dengan dukungan seluruh warga sekolah dan kedisiplinan dalam belajar, SMA Kristen Kotamobagu tetap optimis seluruh murid dapat meraih hasil terbaik dan terus menjaga prestasi akademik yang membanggakan.
